Beranda

SIARAN PERS: PENGUMUMAN DAFTAR SENIMAN

JIWA: Jakarta Biennale 2017

Gudang Sarinah Ekosistem
4 November-11 Desember 2017

Yayasan Jakarta Biennale bersama tim kurator kami yang terdiri dari Melati Suryodarmo (Direktur Artistik), Annissa Gultom, Hendro Wiyanto, Philippe Pirotte dan Vít Havránek, dengan senang hati mengumumkan daftar seniman yang akan berpartisipasi pada JIWA: Jakarta Biennale 2017. Daftar seniman ini hanya meliputi sebagian dari daftar lengkap yang memuat lebih dari 50 peserta. Sejak Januari 2017, tim artistik JIWA: Jakarta Biennale 2017 telah memulai penelitian kuratorial dengan mengunjungi beberapa kota di Indonesia dan kota-kota lain di luar negeri, untuk bertemu dengan para seniman dan pelaku seni lainnya yang terkait persiapan JIWA: Jakarta Biennale 2017. Pengumuman daftar nama seniman partisipan JIWA: Jakarta Biennale 2017 secara lengkap akan kami rilis pada September 2017.

Daftar seniman:

Abdi Karya (Indonesia)
Afrizal Malna (Indonesia)
Alastair McLennan (Irlandia Utara)
Ali Al-Fatlawi & Wathiq Al-Ameri (Swiss)
Aliansyah Caniago (Indonesia)
Arin Rungjang (Thailand)
Chiharu Shiota (Jepang/Jerman)
Choy Ka Fai (Singapura)
Darlane Litaay (Indonesia)
David Gheron Tretiakoff (Perancis)
Dineo Seshee Bopape (Afrika Selatan)
Dolorosa Sinaga (Indonesia)
Eva Kotátková (Republik Ceko)
Gabriela Golder (Argentina)
Hanafi (Indonesia)
I Made Djirna (Indonesia)
Imhathai Suwatthanasilp (Thailand)
Jason Lim (Singapura)
Karrabing Film Collective (Australia)
Keisuke Takahashi (Jepang)
Kiri Dalena (Filipina)
Luc Tuymans (Belgia)
Marintan Sirait (Indonesia)
Nikhil Chopra (India)
Rama Surya (Indonesia)
Ratu Saraswati (Indonesia)
Robert Zhao (Singapura)
Semsar Siahaan (Indonesia)
Siti Adiyati (Indonesia)
Vasil Artamonov & Alexey Klyuykov (Republik Ceko)
Willem de Rooij (Belanda)
Wukir Suryadi (Indonesia)
Yola Yulfianti (Indonesia)

Jakarta Biennale 2017 akan menghadirkan konsep JIWA yang dapat dimaknai sebagai daya hidup, energi, semangat, yang merupakan dorongan hakiki pada individu, kolektivitas, masyarakat, benda- benda dan alam. Lewat JIWA: Jakarta Biennale 2017 akan mengamati berbagai ragam hubungan, menggugah sensibilitas, rasa-merasa dan mengayakan cakrawala intelektual kita. Dalam konteks seni dan budaya kontemporer di sekitar kita, perbincangan tentang JIWA tentunya memiliki implikasi politik yang nyata. Dengan ketertarikan awal pada perjalanan sejarah seni rupa Indonesia, kajian biennale ini diupayakan dapat menemukan keterhubungannya dengan masa kini, yakni dengan mengamati berbagai jalur silsilah budaya dalam sistem kepercayaan dan negosiasi, sirkulasinya, serta menelusuri lagi polemik yang muncul pada tokoh dan peristiwa seni, termasuk kritik yang tersembunyi atau terlupakan.

Penyelenggaraan JIWA: Jakarta Biennale 2017 akan berpusat di Gudang Sarinah Ekosistem, Pancoran, Jakarta Selatan. Demi mempertemukan karya dengan lapisan masyarakat yang lebih luas, pada biennale kali ini kerja sama akan terjalin dengan beberapa museum di Jakarta, seperti Museum Sejarah Jakarta, Museum Seni Rupa dan Keramik, dan Museum Wayang.

JIWA: Jakarta Biennale 2017 akan dibuka pada 4 November 2017, dan terbuka untuk umum sampai 11 Desember 2017.

 

JIWA: Jakarta Biennale didukung oleh Dewan Kesenian Jakarta, Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Bekraf), Kedutaan Denmark, Stichting DOEN, Mori Building Co., Ltd., Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Goethe Institut, Bamboo Curtain Studio, British Council, dan Institut für Auslandbeziehungen (ifa).

Yayasan Jakarta Biennale
Gudang Sarinah Ekosistem Jl. Pancoran Timur II no. 4 Jakarta Selatan 12780 Indonesia
Website: http://jakartabiennale.net Email: info@jakartabiennale.net
Instagram: @jakartabiennale
Twitter: @JKTBNL, @jakartabiennale Facebook: https//www.facebook.com/jktbnl