Alastair MacLennan

Alastair MacLennan

Lahir pada 1943 di Pertshire, Skotlandia; tinggal dan bekerja di Belfast, Irlandia Utara.

 

 

Di bawah terik matahari, lalu terguyur hujan deras, selama enam jam Alastair MacLennan duduk diam tak bergerak sedikit pun. Seperti meditasi, seni performansnya pada 2008 dalam “undisclosed territory#2” di Padepokan Lemah Putih Solo, ia lakukan dengan berdiam di dalam timbunan sampah rumah tangga yang kotor dan bau, yang menutup hampir seluruh tubuhnya hingga leher. Sepanjang performans itu, tubuhnya melebur ke dalam susunan waktu yang ada dan waktu yang diciptakan, di antara ruang yang ada dan ruang yang diciptakan. Di sana, tubuh tidak lagi mengikat makna secara verbal atas hubungan subjek-objek dan bentuk benda-benda yang hadir. Keterhubungan yang muncul sepanjang performans itu merupakan kesatuan antara tubuh, energi atas ruang dan waktu, serta puitika yang sering dihadirkannya dalam warna kepiluan yang sangat hening. Kepiluan hening itulah, bagi Alastair, salah satu refleksi keberadaannya sebagai manusia yang menembus berbagai peristiwa konflik kemanusiaan yang keras. Bagi Alastair, seni adalah persilangan antara harapan dan kemauan untuk mengatasi konflik-konflik luar dan dalam tubuh yang berkaitan dengan spiritualitas, agama, politik, diri, budaya, kemasyarakatan, atau segala macam persilangannya; ekologi tidak saja mengenai hubungan antara manusia dan lingkungan alam, tetapi juga keyakinan atas pikiran dan jiwa.

Tidak hanya seni performans, karya instalasi pendiri Belfast’s Art and Research Exchange ini juga menyodorkan rasa yang menghujam pikiran kita dengan segala kehalusan estetika yang kontradiktif dengan realitas kekerasan, seperti dalam Body of (D)earth di Venice Biennale (1997), di mana ia menuliskan nama-nama korban berbagai insiden di Irlandia sejak 1969 hingga saat itu di atas kertas tipis yang ia tata rapi di dinding, sementara aroma antiseptik rumah sakit menguar, menambah suasana kematian yang mencekam.

Pada Jakarta Biennale 2017, Ash She He merupakan karya performans berdurasi pendek yang menginvestigasi empati yang melampaui konflik identitas. Alastair mengajak publiknya memasuki suasana kesadaran akan transformasi suatu penderitaan. Material-material utama yang dipilih, seperti abu, air, batu, ranting pohon, kertas, gelas, ember, diperlakukannya sebagai elemen yang tidak hanya simbolik atau memberi napas puitis, tetapi juga mengisyaratkan emosi nuraninya maupun publiknya. Ash She He, bagi Alastair, adalah kesaksian dan sekaligus proses peralihan dari kesendatan menuju keterbukaan waktu.

Kesetiaan Alastair MacLennan pada seni performans juga dijalani bersama komunitas dan kelompok. Selain Belfast’s Art and Research Exchange, ia juga salah satu pendiri Bbeyond, kelompok seni performans di Belfast, dan anggota Black Market International, kelompok seni performans Eropa. Selain itu, ia Guru Besar Seni Rupa Emeritus di Universitas Ulster, Belfast; Anggota Kehormatan Dartington College of Arts, Devon; dan Honorable Associate untuk National Review of Live Art, Glasgow.