Choy Ka Fai

Choy Ka Fai

Choy Ka Fai

Lahir di Singapura pada 1979. Menetap dan bekerja di Singapura.

 

Choy Ka Fai adalah seorang seniman dan pencipta performans yang terinspirasi oleh sejarah dan teorisasi yang menyiratkan ketidakpastian masa depan. Penelitian Choy berawal dari hasrat untuk memahami pengkondisian tubuh manusia, ingatannya yang tak kasat mata, dan berbagai daya yang membentuk ekspresi-ekspresinya. Beragam faktor tersebut melebur menjadi kompleks artikulasi pada persinggungan antara seni, desain, dan teknologi.

Sejak awal kariernya, Choy menyelidiki hubungan antara dunia digital, mental, fisik, dan dunia nyata. Dalam Drift Net (2007), ia menciptakan lingkungan di mana internet melampaui batasnya dan masuk ke dalam ruang fisik yang dihuni oleh seorang penari. Transisi antara dua dunia tersebut dimediasi oleh desain gambar, bunyi, dan teks yang tumpang tindih; di mana materialisasi dunia virtual yang fana dapat disaksikan. Segitiga dunia virtual, materialisasi dunia digital, dan reaktivitas manusia juga berlangsung dalam V.I.S.T.A. Lab (2007) dan Revolution per Minute (2009). Dalam Rectangular Dream (2008), ia menjelajahi aspek imajinasi sosial dan estetik masyarakat urban serta kenyataan program perumahan umum milik negara di Singapura. Selanjutnya, dalam Lan Fang Chronicles (2010) Ka Fai menghidupkan kembali cerita sejarah terpinggirkan tentang salah satu republik modern pertama, yang dibangun oleh para pekerja Tionghoa di Kalimantan Barat selama masa kolonial Belanda. Bermula dari lanskap yang remeh-temeh, ketiadaan peninggalan berwujud fisik, dan kesenjangan sejarah yang sukar diamati, dokumenter ini menciptakan akses terhadap masa lampau seperti yang dibayangkan hari ini.

Sejak 2011, Choy terlibat dalam eksplorasi jangka panjang digitisasi gerakan manusia, sejarah tari, dan penyajian ulang “kehidupan ketiga”. Prospectus for a Future Body (2011) menawarkan antarmuka teknologi yang kompleks, yang memungkinkan seniman membuat penari menampilkan koreografi yang terdigitalisasi—menggunakan elektroda suara yang terhubung dengan otot-otot mereka.

Sehubungan dengan “Jiwa”, topik Jakarta Biennale 2017, Choy akan menampilkan performans bertajuk Dance Clinic Mobile Lecture Demonstration, sebuah program penyuluhan yang dibentuk oleh “Dance Clinic”, di mana seorang “Dance Doctor” bepergian dengan membawa perangkat jinjing ke daerah-daerah ekologi tarian global kita yang miskin teknologi. “Lecture Demonstration” ini menggunakan gagasan tentang klinik tari untuk menjelajahi ilmu pengetahuan dan teknologi koreografis. “Dance Doctor” akan membagikan berbagai studi kasus pasien tari dan memperagakan proses konsultasi dalam paradigma akal-tubuh. Unsur kedua karya Choy adalah sebuah video dokumenter tentang penelitian dan eksplorasi “Dance Clinic”. Theory of the Dancing Mind menyediakan wawasan tentang eksperimen-eksperimen dengan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) dan motion capture ini.