Dari Kandinsky Sampai Wianta:

Catatan-catatan Seni Rupa (1975-1997)

Cetakan Pertama, November 2017
200 halaman ; 13,5 x 20 cm
ISBN 978-602-60855-9-7
Pengelola Proyek: Yayasan Jakarta Biennale
Penyunting dan Pengantar: Hendro Wiyanto
Penyunting bahasa: Hasan Basri, Safar Banggai
Penyalin Teks: Elly S.K
Perancang Sampul dan Tata letak: Achmad Fauzi “Ucik”

Gambar sampul diambil dari karya Siti Adiyati
Figur Terbelenggu (Shackled Figure) #2
Cat minyak di atas kanvas, 50 x 42 cm (1989)

Dari Kandinsky Sampai Wianta:

Catatan-catatan Seni Rupa (1975-1997)

 

Siti Adiyati

 

Buku ini berisikan tulisan-tulisan Siti Adiyati yang mencakup 6 buah esai dan 32 tulisan dari peristiwa, pameran, dan pasar seni rupa. Siti Adiyati merupakan salah satu seniman dalam perhelatan JIWA: Jakarta Biennale 2017 dengan menampilkan karya “Eceng Gondok Berbunga Emas” (1979). Buku “Dari Kandinsky Sampai Wianta, Catatan-catatan Seni Rupa (1975-1997)” diterbitkan sebagai publikasi dan catatan-catatan sejarah dari pergerakan seni rupa di Indonesia dan juga beberapa peristiwa seni rupa Internasional dalam periode 1975 hingga 1997. Buku ini dilengkapi oleh dokumentasi-dokumentasi karya seni yang dibahas di dalamnya.

Atiek, begitu panggilan akrab Siti Adiyati, membagi buku ini menjadi dua bagian. Bagian pertama menghadirkan tulisan tentang Gerakan Seni Rupa Baru Indonesia (dan juga menjadi anggota dari gerakan tersebut), pasar seni rupa di Paris, pameran retrospektif Kandinsky, sensasi piramida kaca museum Louvre, hingga ulasan-ulasan pelukis-pelukis Indonesia seperti Hendra, Affandi, Sudjojono, Srihadi, Mochtar Apin, hingga Dede Eri Supria. Pada bagian kedua, Atiek menghadirkan tulisan-tulisan dengan tema lebih luas, di seputar kritik seni, gerakan seni dan hubungan seni, dan kebudayaan. Kita akan diajak untuk mengetahui bagaimana proses seniman-seniman bekerja, bagaimana mereka mencari, bertahan dan berusaha keluar dari jebakan masing-masing. Ia memperhatikan kelindan antara kehidupan seniman dan karyanya, antara secercah pikiran dan pasang-surut mood mereka. Tulisan Siti Adiyati adalah catatan-catatan yang menarik untuk disimak dalam melihat perkembangan dunia seni rupa, khususnya di Indonesia.

Buku ini diterbitkan oleh Yayasan Jakarta Biennale, bekerjasama dengan Penerbit Nyala (Yogyakarta).