Em’kal Eyongakpa

Em’Kal Eyongakpa

Lahir di Mamfe, Kamerun, pada 1981. Tinggal dan berkarya di Yaoundé, Kamerun, dan Amsterdam, Belanda.

 

 

Seniman asal Kamerun Barat/Selatan, Em’Kal Eyongakpa mengamati sejarah kolektif dan ingatan lintas generasi, baik yang dialami maupun yang tak dikenal, lewat ritual pengulangan dan transformasi. Inti praktik Eyongakpa adalah pencarian akan negosiasi, koeksistensi, dan hubungan antara dunia “objektif” (ilmu-ilmu hayati/teknologi) dan subjektif (sistem pengetahuan pribumi, penafsiran, dan proyeksi yang taksa). Sejumlah proyek dan performansnya akhir-akhir ini semakin membangkitkan ingatan lintas generasi.

Untuk Jakarta Biennale 2017, Em’Kal Eyongakpa menciptakan karya Untitled Thirty-seven (sǒ bàtú), yang secara harfiah berarti ‘bersih-bersih telinga’ atau ‘cuci telinga’ dalam bahasa Kɛnyaŋ (Kenyang), yang banyak digunakan di lembah berlintasan sungai di Manyu, kini Kamerun. Secara metaforis, karya ini merupakan pembasuhan suara, seperti suatu ritual atau impuls yang mendahului pengalaman. Instalasi ini meruangkan bunyi-bunyian, struktur serat tanaman/benang katun 100% yang dikeraskan, dan model “bola mata” yang menyala dan bergerak-gerak di sekelompok sel penjara bawah tanah Balai Kota Batavia era kolonial di Taman Fatahillah, Jakarta Pusat. Bebunyian direkam terutama dari unsur-unsur murni (air, api, angin, bumi). Konfigurasi pengeras suara di sel-sel, yang akan memanfaatkan arsitektur yang ada untuk menekankan unsur frekuensi rendah, menciptakan keadaan cair antara bebunyian akusmatik[1] alam dan suatu sistem detak jantung yang mengerikan dan tak teratur. Di dalam sel-sel yang dapat diakses, aspek bunyi air dan alam yang menyembuhkan membangun latar bagi interval suara manusia yang mengambang: rekaman para sesepuh, beberapa penduduk asli di Manyu. Kolase ini juga mengumandangkan gagasan/petikan suara tokoh-tokoh revolusioner yang terkemuka dan yang nyaris tak dikenal dalam gerakan pembebasan kulit hitam seperti Amílcar Cabral, Chinua Achebe, Bate Besong, dan Haile Gerima.

Intercepted Messages: Notes from Nyakumbo High Security Bunker Detainees merupakan koleksi 37 (jumlah hari pelaksanaan Biennale) catatan yang mengambil bentuk puisi dan surat (dari keadaan darurat atau urgensi yang dibayangkan atau nyata, dalam bahasa yang dikenali maupun tidak) yang akan bermunculan dari hari ke hari selama Biennale. Kata-kata dalam catatan tersebut dapat mengembangkan kemungkinan masa depan, atau kosmologi masa depan yang mungkin tercipta. Aspek final proyek Eyongakpa terdiri atas performans langsung yang menampilkan si seniman sendiri atau pelaku performans lainnya membacakan catatan atau surat terpilih, yang akan diproyeksikan pada layar kertas mudah larut, yang larut sepanjang performans dan proyeksi, dengan gambar video yang kemudian memudar menjadi latar langit gelap.

[1] Bunyi akusmatik: bunyi yang tidak terlihat sumbernya.