Eva Kot’átková

Eva Kot’átková

Eva Koťátková

Lahir di Praha, Republik Ceko, pada 1982. Menetap dan bekerja di Praha, Republik Ceko.

 

 

Eva Koťátková adalah seniman visual, pembuat film, dan penulis (drama dan pertunjukan) yang berusaha menghimpun kembali ingatan-ingatan traumatis masa kecil manusia, kondisi mental atau fisik liyan, budaya, gender, dan perbedaan etnis. Praktik seninya dapat dihubungkan dengan “archival turn” (paradigma baru dalam penafsiran arsip sebagai objek penelitian itu sendiri), berwujud pembaharuan surealisme atau tafsir ulang teater absurd. Eva mengumpulkan berbagai dokumen, objek, dan cerita sejarah; proyek penelitian sungguh-sungguh yang dilakukan pada semua jenis arsip—rumah sakit jiwa, buku sekolah, institusi ilmiah dan pemerintah, kebun binatang, suratkabar, majalah, dan koleksi art brut (yang diciptakan di luar tradisi akademik seni rupa).

Pertunjukan dramanya, The Judicial Murder of Jakob Mohr (2016), ditulis berdasarkan penuturan dan gambar yang dibuat oleh seorang pasien rumah sakit jiwa dan seniman Jakob Mohr, yang dihantui khayalan bahwa tingkah lakunya dikendalikan oleh dokter yang merawatnya melalui sebuah mesin misterius. Eva menyajikan hasil penelitian arsipnya dengan cara menggerakkan objek-objek yang “misterius” dan memberinya suara untuk mengekspresikan kekerasan yang diredam—seolah menggemakan Kafka atau Beckett dari kejauhan. Dalam instalasi berskala besar, Asylum (2013), yang dibuat berdasarkan penelitian di rumah sakit jiwa di Bohnice, Praha, pengunjung dihadapkan dengan hamparan fragmen-fragmen tubuh manusia yang dilengkapi atau “diperbaiki” dengan menggunakan beragam alat berkabel atau konstruksi menyerupai kandang; ini berhubungan dengan hambatan-hambatan yang memang dialami oleh pasien karena ketidakmampuan komunikasi. Instalasi di atas tumpuan lebar ini digerakkan oleh para pemain yang bagian-bagian tubuhnya mendadak muncul dari bawah kandang-kandang besi atau pada celah-celah tumpuan tersebut.

The Birds (2017) adalah sebuah pertunjukan yang digarap secara khusus untuk Jakarta Biennale 2017. Naskah performans ini melibatkan sekelompok pemain yang dikumpulkan melalui rekrutmen terbuka demi sebuah pengalaman transformasi sejenak. Mereka diundang untuk memerankan “burung” selama pameran berlangsung. Sebelum performans utama dimulai, diselenggarakan sesi bersama para pemain dengan sebuah sofa sebagai alat bantu; tetapi sang seniman tidak menyediakan instruksi tentang bagaimana mereka harus bertindak atau membawakan peran. Para pemain diharapkan berperan sesuai keinginan mereka sendiri, mungkin dengan “mengingat” tentang bagaimana memerankan karakter orang lain—berdasarkan ingatan pribadi atau kolektif. Para pemain tidak diberi atribut yang membedakan mereka dari pengunjung (tidak ada kostum); satu-satunya larangan adalah komunikasi verbal. Terdapat elemen “patung” dalam ruang performans, yakni sebatang pohon mati yang kosong dan amat tinggi, yang menjadi penanda tempat berkumpul, bersantai, dan makan bagi para Burung. Pengunjung dapat memperhatikan bagaimana para pemain bertransformasi dari manusia menjadi burung secara unik.