Gabriela Golder

Gabriela Golder

Gabriela Golder

Lahir di Buenos Aires, Argentina, pada 1971. Tinggal dan bekerja di Buenos Aires, Argentina.

 

 

Gabriela Golder adalah seniman, kurator, dan pengajar Video Eksperimental di dalam maupun luar Argentina. Ia juga salah seorang direktur Bienal de la Imagen en Movimiento (BIM) dan CONTINENTE, sebuah pusat penelitian seni audiovisual milik Universidad Nacional de Tres de Febrero di Argentina.

Gabriela terutama menggeluti gambar bergerak—film, video, dan instalasi. Karya-karyanya mengangkat topik seputar identitas perempuan sebagai konstruksi sosial dan upaya menghimpun kembali kesenjangan antara ingatan pribadi dan publik sehubungan dengan pemikiran-pemikiran progresif masa kini, identitas, dan teori kritis perburuhan. Dalam Through the Eyes of the Serious Girls (1999), Gabriela menyelidiki imajinasi yang melatarbelakangi pertanyaan sederhana: apa artinya menjadi perempuan? Film ini menyajikan tanggapan para perempuan berumur 8 hingga 88 tahun. Film Gabriela yang lain, In the Memory of the Birds (2000), mengisahkan perjalanan kembali menuju kenangan masa kecilnya pada masa pemerintahan junta militer Argentina (1976–1983). Gabriela menghadap-hadapkan bagaimana kenangan menemukan wujudnya dalam imaji dengan penyelidikan tentang fakta sejarah terkait “perang kotor”[*] yang menyebabkan hilangnya 30.000 orang. Menyaksikan videonya, penonton dihadapkan dengan sudut pandang Gabriela yang tajam dan kritis mengenai isu-isu sosiopolitik yang tengah memanas, berikut intensitas imaji yang ambivalen dan liris, yang menuntut kolaborasi emosional penonton.

Dalam karya-karya terbarunya, Gabriela berkutat dengan kondisi-kondisi kelas dan ras dalam perburuhan, sebagaimana terlihat dalam The Conversation (2010), sebuah dialog berdurasi 80 menit antara Jean, seorang anggota serikat buruh yang militan dan komunis, dan Diop, seorang pemuda Senegal, pekerja yang “tak terdokumentasi” dan militan. Kesadaran politik progresif yang muncul di sini terlihat sebagai satu-satunya landasan yang mungkin untuk membangun relasi kesetaraan manusia dan solidaritas antargenerasi. Plot dialog yang serupa juga digunakan dalam Conversation Piece (2012), yang menyajikan dua gadis kecil serta nenek mereka. Sebuah “kelompok baca” feminin antargenerasi berkembang melalui pandangan yang dekat dan mencerahkan tentang Communist Manifesto (1848).

Lanskap hitam-putih berangsur-angsur timbul-tenggelam di balik tirai kabut tebal sementara kicauan burung-burung berkumandang. Pemandangan yang nyaris permai, tetapi sesuatu yang tak teridentifikasi membuat penonton merasa asing. Burn Land (2015), sebuah karya video yang ditayangkan dalam konteks “Jiwa” Jakarta Biennale 2017, dibuat berdasarkan kisah nyata—kebakaran terbesar sepanjang sejarah Chili yang memakan 15 korban jiwa, meluluhlantakkan 2.900 rumah, dan mengubah areal permukaan yang luas. Berdasarkan sumber kepolisian Chili, asal-muasal kebakaran Valparaiso adalah sepasang burung yang tersengat listrik ketika bertengger di atas kabel.

[*]      “Perang kotor”, periode ketika pemerintahan junta militer Argentina melakukan penghilangan dan penyiksaan terhadap orang-orang yang terutama diduga sebagai golongan kiri—pada praktiknya siapa saja yang dianggap menentang pemerintah.