Hito Steyerl

Hito Steyerl

Hito Steyerl

Lahir pada 1966 di Munich, Jerman; menetap dan bekerja di Berlin, Jerman.

 

 

Hito Steyerl adalah sineas, seniman visual, penulis, dan pemikir. Saat ini ia profesor dalam bidang Seni Media Baru di Berlin University of the Arts, tempat ia ikut mendirikan Research Center for Proxy Politics. Ia belajar tentang perfilman di University of Television and Film Munich dan Acedemy of Visual Arts di Tokyo, dan tentang filsafat di Fine Arts Academy di Wina. Karya-karyanya ditujukan untuk menelisik hubungan antara kebenaran, gambar, dan kondisi visibilitas dua hal itu pada era percepatan teknologi.

Titik permulaan karya-karya Hito adalah esai video November (2004), film “seni bela diri feminis” yang ia buat ketika masih remaja (1983) bersama temannya Andrea Wolf, yang kemudian menjadi pejuang revolusioner PKK internasional (Partai Buruh Kurdistan) dan dibunuh pada 1998 di Turki. Dalam Lovely Andrea (2007), Hito kembali ke Tokyo, tempat ia belajar pada akhir 1980-an untuk mencari foto dirinya sebagai seorang model shibari (perbudakan Jepang) bernama Andrea (dinamai berdasarkan nama temannya). Dalam instalasi video The Factory of Sun (2015), Hito membuat platform media prototipe yang ditampilkan di layar (seperangkat TV, studio realitas virtual, pusat kontrol operasi) di mana imajinasi umum tentang apa yang riil atau virtual tidak hanya diputarbalikkan begitu saja, tapi juga mengalami kloning visual dan efek-efek (pasca)produksi dalam sirkuit loop yang hampir tak terhingga.

Hito juga menulis berbagai esai berpengaruh yang mengamati evolusi jaringan militer, industri, dan dunia hiburan. Esai-esai itu membuka tabir hubungan antara teknologi perang, relasi kuasa, dan modal dalam ranah seni kontemporer. Muatan esai-esai Hito terlihat paling jelas dalam kumpulan video kuliahnya yang berjudul Is the Museum a Battlefield (2013), I Dreamed a Dream (2013), dan Duty Free Art (2015).

Instalasi video Liquidity Inc. (2014) yang ditampilkan dalam Jakarta Biennale 2017 menampilkan dan akhirnya melikuidasi hubungan antara perdagangan, investasi uang, penggalian sumber daya alam, cuaca, dan seni bela diri. Karakter utamanya, Jacob Woods, seorang pegawai Lehman Brothers yang kehilangan pekerjaan ketika bank ini bangkrut pada 2008, menata hidupnya kembali dan menemukan kebahagiaan dalam Seni Bela Diri Campuran, sebuah olahraga tempur yang “apa segala berlaku”. Badai hujan, angin tropis, dan perkiraan sinar matahari oleh media mengurangi tingkat ketidakpastian cuaca dengan model dan kiasan yang bercampur dengan simulasi dan deskripsi tentang perilaku pasar saham. Sementara itu, likuiditas, sebagaimana diperikan filsuf Zygmunt Bauman sebagai fenomena modernitas yang tidak dapat diamati secara kasat mata, dalam film telah menjadi teknologi yang hadir di mana-mana; memungkinkan penetrasi apa pun dan siapa pun secara meruyak.