Karrabing Film Collective

Karrabing Film Collective

Karrabing Film Collective

Didirikan pada 2008 di Australia.

 

 

Karrabing Film Collective adalah sebuah “kelompok media yang berbasis penduduk akar rumput asli”. Sebagian besar anggotanya tinggal dalam komunitas Belyuen di Teritorial Utara Australia. Sejak 2008, mereka telah membuat enam film dan beberapa instalasi pendamping. Karrabing Film Collective telah memenangkan beberapa penghargaan dan hadiah, seperti Cinema Nova Award for Best Short Fiction Film (2015, Melbourne International Film Festival) dan penghargaan prestisius Visible Award 2015. Video, film, dan aktivitas berbasis media karya mereka lainnya mengusung topik kompleksitas kehidupan sehari-hari penduduk asli di bagian utara Australia sembari berbicara tentang isu-isu global terkait keberlangsungan hidup sebuah budaya di tengah kolonialisme pendatang. Colin Perry, wartawan seni, pernah menulis, “Mirip etnofiksi Jean Rouch, Karrabing Film Collective menggunakan cerita untuk menyampaikan kebenaran tentang neokolonialisme; di sini, fokusnya adalah tantangan legislatif, kebijakan adat, dan penjagaan oleh polisi di Teritorial Utara. Cerdas tapi tidak dibebani oleh teori yang ditampilkan secara eksplisit (lucu, mengejek, dan ironis), karya kolektif ini memberikan angin segar.”

Jakarta Biennale 2017, dalam hubungannya dengan topik “Jiwa”, menampilkan video karya Karrabing, WUTHARR, Saltwater Dreaming (2016). Berdasarkan kisah nyata, video ini menceritakan sebuah motor perahu yang rusak sehingga memaksa kru untuk mengubah rencana awal dan memperbaiki kerusakan. Hal ini kemudian mengarahkan mereka pada serentetan kejadian yang tidak disangka-sangka. Kerusakan motor perahu itu mungkin disebabkan oleh kabel yang telah berkarat, atau mungkin saja merupakan pertanda dari para leluhur penghuni tanah setempat. Beragam suara karakter dalam video tersebut mewakili logika dan pengalaman yang berbeda. Mereka memediasi suara leluhur penduduk asli yang terhubung dengan tanah itu, yang sekarang menjadi perkara kepemilikan dan eksploitasi, dan bicara tentang berbagai taktik praktis yang dilakukan oleh mereka yang hidup dalam ketidaksetaraan—dengan humor, untuk mencari kesenangan dalam otonomi bersama.

WUTHARR, sebagaimana film-film lain untuk Karrabing, adalah cara untuk mengorganisasi diri dan menganalisis hidup mereka sendiri—ditulis, diperankan, dan direkam oleh anggota Collective. Menggabungkan cinema verité dengan dokudrama, mereka merekam video-video tersebut menggunakan peralatan yang sederhana, yakni kamera video nonprofesional dan telepon genggam iPhone. Gentingnya ketahanan hidup yang mendasar, yang merupakan reaksi terhadap kekerasan mayoritas, secara eksplisit menandai tindak-tanduk tokoh-tokoh yang unik dan memberikan arah terhadap alur cerita. Para protagonisnya tampak bertindak secara cepat dan spontan, meleburkan ketertebakan plot film. Penonton dibuat tidak yakin setiap saat dan tetap terbuka terhadap kejutan-kejutan yang menimbulkan korban.