Keisuke Takahashi

Keisuke Takahashi

Keisuke Takahashi

Lahir pada 1972 di Tokyo, Jepang. Tinggal dan bekerja di Tokyo, Jepang.

 

 

Keisuke Takahashi adalah seniman video dan media yang berusaha menimbang pertanyaan-pertanyaan seputar alam dan perkembangan peradaban yang cepat dan bagaimana keduanya mempengaruhi bentang alam. Ia bereksperimen dengan kondisi teknologi citraan digital dan mengembangkan bentuk-bentuk interaktivitas antara tubuh manusia dan gambar digital. Ia juga berkolaborasi dan menciptakan instalasi untuk penampilan tari, pertunjukan teater, dan acara publik lainnya. Sebagai anggota Nibroll, sebuah kelompok seniman lintas disiplin yang didirikan oleh Mikuni Yanaihara (1997), Keisuke menggagas sebuah kelompok off-Nibroll yang berfokus pada berbagai pertunjukan yang menjelajahi hubungan antara tubuh dan citraan.

Dalam room (video, 2006), Keisuke menyelidiki hubungan antara khalayak dan yang tunggal dalam skala sosial. Dalam video itu, ia mendokumentasikan sel-sel terkecil organisme sosial, merekam ruang-ruang sempit tempat para lajang dan keluarga tinggal serta memformat mereka dalam bentuk kubus untuk menyimulasi kelompok-kelompok manusia di bumi. Instalasi video Town (2010) menempatkan penonton di dalam pemetaan sebuah kota yang dilakukan secara beragam. Instalasi ini bisa terlihat sebagai semacam studi arsitektur volume dalam bentuk 3D, di mana partikel terkecil dari suatu rumah menjadi sebuah partikel struktural tubuh manusia. Sudut pandang itu diperbesar pada instalasi a world (2010) yang menampilkan seluruh dinding ruangan karya dipenuhi dengan skema sosok kecil tubuh-tubuh manusia anonim yang terus bergerak. Dalam Hinomaru (2015) rona politis terasa kental; instalasi ini menelusuri sebuah warisan kolonial Jepang di Asia dan memperlihatkan banyaknya tubuh manusia yang lenyap ke dalam sebuah jurang merah, kiasan untuk warna bendera nasional Jepang.

Dalam instalasi Dry Flower (2004), public = un + public (2010), a quiet day (2012) dan instalasi lain yang diperuntukkan bagi acara-acara pertunjukan tari dan teater, melalui program off-Nibroll, Keisuke berfokus pada pengembangkan alat interaktif yang menautkan gerakan tubuh penonton atau penari dalam usaha “menghidupkan” sebuah citraan.

Dalam instalasi yang dia buat untuk dipamerkan di Jakarta Biennale 2017, Fictional Island (2016), Keisuke meminta pengunjung untuk memasuki sebuah model laboratorium studio animasi komputer yang memiliki beberapa unsur alam (pasir hitam) dan menciptakan model sebuah pulau. Karyanya memperlihatkan bagaimana lanskap 3D fiktif dibangun di antara batas-batas tanah dan laut sekaligus melontarkan imajinasi penonton ke asal-usul planet dan alam semesta. Karya ini, yang menjadi pengingat kosmologis, akan mengantarkan benak penonton pada kemampuan manusia menciptakan dan menghancurkan alam, di mana mereka menjadi bagiannya dan apa yang merupakan bagian dari mereka.