Kiri Dalena

Kiri Dalena

Kiri Dalena

Lahir pada tahun 1975 di Manila, Filipina.

Kiri Dalena adalah seorang seniman seni visual, pembuat film, dan aktivis hak asasi manusia. Dia mempelajari ekologi manusia di University of the Philippines dan film dokumenter di Mowelfund Film Institute. Karya seninya merupakan seruan berkelanjutan yang menentang kekacauan politik dan berbagai bentuk ketidakadilan. Karyanya juga mengeksplorasi ingatan-ingatan traumatis dalam sejarah Filipina.

Instalasi karya Kiri yang banyak menuai pujian, yakni Erased Slogans (2008), merupakan sekumpulan arsip foto yang telah dimanipulasi. Foto-foto tersebut menampilkan protes masyarakat yang dipicu oleh penutupan surat kabar selama masa darurat militer di bawah kepemimpinan Presiden Ferdinand Marcos (1972—1986) berlangsung. Kiri menjelaskan bahwa penghapusan beberapa bagian dari foto dalam instalasinya merupakan bentuk kiasan terhadap sensor yang diberlakukan pemerintah. Dia mengarahkan perhatian penonton pada gambar gerakan, wajah, dan tubuh para pemrotes. Selanjutnya, Kiri mulai berkutat dengan slogan-slogan, yang kemudian dia himpun dan bukukan. Satu dari beberapa buku kecil buatan tangannya adalah Red Book of Slogans (2008), yang berisi teks-teks yang dihapus (dan banyak teks tambahan) dari berbagai demonstrasi dari tahun 1950an hingga Badai Kuartal Pertama tahun 1970—sebuah periode yang penuh dengan kekacauan selama krisis ekonomi—yang diikuti dengan Yellow (2014), Peach (2014), dan Black Book of Slogans (2017). Buku-buku ini berisi berbagai teks yang dihimpun selama gelombang protes yang terjadi dalam sejarah masa kepemimpinan berbagai presiden, mulai dari masa Gloria Macapagal—Arroyo hingga Rodrigo Duterte.

Karya Kiri selanjutnya mengutip slogan-slogan demonstrasi dari kampanye yang dilancarkan untuk menentang kecurangan dalam pemilihan umum pada tahun 2004, yang banyak dikenal dengan skandal Hello Garci. Liar! Liar! Liar! (2010—2015) adalah bentuk penyesuaian yang dibuat oleh peserta demonstrasi Filipina dari sebuah film tentang kebohongan. Film ini dibintangi oleh Jim Carrey (1997), seorang yang terbiasa berbohong yang kehilangan kemampuan berbohongnya. Dalam White Walls (2017) Kiri dan gabungan seniman lintas-disiplin RESBAK (Respond and Break the Silence Against the Killings/Tanggapi dan Beraksi terhadap Pembunuhan) mengumpulkan pecahan-pecahan kaca yang masih bening dari pemakaman dan tempat-tempat lain. Akumulasi sekitar 6.000 pecahan kaca, yang dihamparkan di sebuah ruang kosong, menjadi simbol jumlah orang terbunuh yang terus bertambah akibat usaha pemerintah memerangi obat-obat terlarang. Masing-masing pecahan kaca didedikasikan untuk seseorang yang hidupnya hancur dan identitasnya seakan ditelan bumi di tengah mayat-mayat yang terus bergelimpangan di jalanan. Requiem for M (2010) adalah sebuah film video dan pengingat tentang Pembantaian Maguindanao. Selama masa itu, segerombolan orang yang terdiri dari 58 anggota keluarga, jurnalis, dan pendukung kandidat oposisi pada pemilihan umum gubernur Manguindanao diculik dan dibunuh. From the Dark Depth (2017), yang ditampilkan untuk pertama kali pada Jakarta Biennale 2017, merupakan sebuah film berdurasi 25 menit yang menampilkan sensitivitas yang unik, merajut berbagai lapisan realitas dan menyajikan kisah seorang komunis yang bergabung dengan dunia kesetaraan, kebebasan, dan persaudaraan bawah tanah.